Liputan6.com, Jakarta - Keluarga kerajaan Inggris hingga saat ini diprediksi memiliki total kekayaan bernilai USD 88 miliar atau setara Rp 1.283 triliun. Dengan kekayaan sebanyak itu, tetap saja jumlahnya masih tertinggal jauh dari harta yang dimiliki keluarga kerajaan terkaya di dunia.
Melansir laman CNBC, kerajaan terkaya di dunia diduduki oleh House of Saud (Wangsa Saud), tahta kerajaan yang memimpin Arab Saudi. Wangsa Saud diprediksi memiliki kekayaan hingga mencapai USD 1,4 triliun atau Rp 20.424 triliun (USD 1= Rp 14.589).
Seperti kebanyakan keturunan kerajaan Inggris, anggota kerajaan Arab Saudi seringkali sangat tertutup soal kekayaannya. Hingga saat ini diketahui gaya hidup mewah anggota keluarga kerajaan berupa deretan pesawat pribadi, kapal pesiar mewah, helikopter terbaik, properti mewah berisi furnitur berlapis emas, serta dispenser Kleenex berlapis emas.
Meski begitu, anggota keluarga kerajaan Arab Saudi juga banyak menyalurkan sumbangan pada yang membutuhkan melalui berbagai lembaga amal dan berinvestasi pada masyarakat. Yang terbaru, negara tersebut menyumbangkan jutaan dolar pada Bank Dunia guna mendukung para pengusaha wanita.
Asal Muasal Kekayaan Keluarga Kerajaan Arab Saudi
Kekayaan keluarga kerajaan dimulai dari penemuan sumber minyak lebih dari 75 tahun lalu di bawah kepemimpinan King Abdulaziz bin Saud. Perusahaan gas dan minyak milik negara, Saudi Aramco, kini diprediksi bernilai lebih dari USD 2 triliun. Jika estimasi tersebut tepat, maka Saudi Aramco adalah salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia.
Salah satu anggota kerajaan yang paling berpengaruh adalah Raja Salma yang menduduki tahta kerajaan pada 2015. Dia dilaporkan memiliki kekayaan senilai USD 17 miliar. Saat ini, sang raja yang telah berusia 82 tahun lebih banyak menyerahkan kepemimpinan negara pada anaknya Pangeran Mohammed Bin Salman yang baru berusia 32 tahun.
Dalam rangka mengurangi tingkat korupsi tahun lalu, Pangeran Mohammed didorong untuk mengalihkan seluruh kekayaannya pada negara. Termasuk sebagian besar dari harta milik keluarganya. Sebagai hasilnya, Forbes menghapus 10 anggota keluarga kerajaan dari daftar tahunan miliarder terkaya dunia yang dirilisnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2251483/original/050054300_1529079871-20180615-_arab_saudi.jpg)